Posted by: ipunkecil | 1 March 2008

Bukti Pemanasan Global atau Global Warming

bukti-global-warming

Cp: ketawadotcom

Posted by: ipunkecil | 1 March 2008

Bilang Plung Dapat Goceng

Si Rini adalah salah satu peserta les bahasa ingris di rumah Ibu Neli, Rini sering dibuat penasaran oleh suara di kamar gurunya, soalnya Rini sering mendengar suara Plung! bila lewat kamar Ibu Neli, rasa penasaran Rini membuat ia nekat ngumpet di kolong tempat tidur Ibu Neli ketika waktu pulang les, dan akhirnya suara Plung! itu terjawab setelah menyaksikan sendiri kejadiannya, yaitu Ibu Neli diam-diam suka masturbasi dengan memasukan kepala botol kecap yang sudah dibersihkan ke veginya, jadi kalau sudah puas bila botol itu dicabut suka bunyi Plung!

Rini : “Oh ini ya bu suara Plung! itu ?” kata Rini sambil melihat ke arah Ibu Neli.
Ibu Neli : “Ee… kamu ngapain disini?” bentak ibu neli dalam kekagetannya
Rini : “Nggak cuma penasaran aja Bu!”
Ibu Neli : “Sini kamu! Jangan bilang-bilang ya!, nih buat kamu sambil nyodorin uang Goceng”
Rini : “Ya bu! Terima kasih”

Sejak kejadian itu si Rini jadi punya obyekan, karena setiap ketemu Ibu Neli dia selalu bilang Plung!, dan Ibu Neli pasti ngasih Goceng, jadi bila ada kata Plung! pasti ada Goceng. Pada suatu hari temen si Rini melihatnya kalau Rini bilang Plung! ke Ibu Neli Pasti dikasih duit, ah… saya ikutan ah, kayak Rini biar dapet Goceng gumam Rina namanya. Kebetulan disuatu hari Rina ketemu Ibu Neli.

Rina : “Ibu Neli Plung! kata Rina”
Ibu Neli : “Apa itu Plung!?” agak kaget ada orang ikut-ikutan bilang Plung !
Rina : “Emh… apa ya?”
Ibu Neli : “Makanya kalau kagak tahu sejarahnya jangan ikut-ikutan !, ni buat kamu…” Plok! Rina di gampar.
Rina : “Sialan!”

Cp: ketawadotcom

Posted by: ipunkecil | 1 March 2008

Alasan Mengapa Aku Memecat Sekretaris

Dua minggu yang lalu merupakan ulang tahunku yang ke-35 dan mood-ku tidak terlalu baik pada pagi itu.

Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita “Selamat Ulang Tahun suamiku tersayang!” dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, ya, itulah istri, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalau hari ini aku berulang tahun.

Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.

Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku, Janet, menyapaku “Selamat pagi Boss, Selamat Ulang Tahun!”

Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku.

Aku bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku dan berkata, “Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah di luar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari kita pergi makan siang, hanya kita berdua”.

Aku berkata “Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi”.

Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ke tempat di mana kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi. Kami memesan 2 botol martiny dan sangat menikmati makan siang kami.

Dalam perjalanan pulang ke kantor, dia berkata, “Anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, Kita tidak perlu kembali ke kantor kan?”

“Tidak perlu, saya pikir tidak perlu.” jawabku.

Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya.

Setelah tiba di apartemennya, dia berkata, “Boss, jika Anda tidak keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar lebih nyaman”.

Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi ke kamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulang tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anakku dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.

Aku hanya duduk terpaku di sana…

Di sebuah sofa panjang, telanjang tanpa sehelai benang…

Cp: ketawadotcom

Posted by: ipunkecil | 1 March 2008

Ada orang lain yang menembak beruang

Setelah mengawini seorang perempuan muda yang sangat cantik, seorang kakek-kakek berusia 90 tahun dengan bangga bercerita kepada dokternya bahwa istrinya sedang hamil.

Sambil menahan perasaan, sang dokter berkata, “Kakek, saya punya sebuah cerita. Seorang lelaki dungu pergi berburu, tetapi karena dungunya ia malahan membawa botol kosong, bukannya senapan. Nah, di tengah hutan ia dihadang oleh seekor beruang besar. Kemudian ia menodongkan botol-nya, menembak si beruang, dan beruang itu mati seketika…; nah lalu lelaki itu berteriak kesenangan…..”

“MUSTAHIL !!!” potong si kakek. “Pasti ada orang lain yang menembak beruang itu!” teriaknya lagi.

“Tepat sekali!” jawab si dokter sambil memandang sang kakek dengan prihatin.

Cp: ketawadotcom

Posted by: ipunkecil | 1 March 2008

Peterpan-Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi

Artist/Band: Peterpan
Judul: Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi

Intro : C-G (2x)

C
pagi biar kusendiri

……G
jangan kau mendekat wahai matahari

C
dingin hati yang bersedih

………..G
tak begitu tenang mulai terabaikan

Reff

C…………………………….D
hari yang cerah untuk jiwa yang sepi

C……………………………D
begitu terang untuk cinta yang mati

Em……G…….D
ah…ahh…..ahh….

C……………………………D
ku coba bertahan dan tak bisa

Intr : C-G (2x)

C
biru langit kelabuku

G
tak begitu luas seperti memudar

C
kini tak terulang lagi

…..G
di hari yang cerah dia telah pergi

C……………………………D
hari yang cerah untuk jiwa yang sepi

Em……G……D
ahh…ahh..ahh…

……..C…………G…………D
ku coba bertahan dan tak bisa

Em…….G……D
ahh…ahh…ahh…

C……………….G………….D
mencoba melawan ku lepas

Back to Reff

Interlude : Em-G-D-c-G-D

Em………G…….D
ahh…ahh…ahh…

……C……………G……….D
kucoba bertahan dah tak bisa

Em…….G……..D
ahh…ahh….ahh…

C……………….G……………D
mencoba melawan ku lepas

…C……….G……..D
semua telah hilang ….

….C……D….G
semua telah ….

Cp: kordkitadotcom

« Newer Posts - Older Posts »

Categories